,

Dampak Konsumsi MSG Secara Berlebihan

oleh -3057 Dilihat

Storinews.com – Monosodium glutamate (MSG) adalah penambah rasa yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Biasanya zat ini ditambahkan ke makanan seperti sayuran kaleng, sup, dan daging olahan. Sejauh ini, Food and Drug Administration (FDA) telah mengklasifikasikan MSG sebagai bahan makanan yang aman untuk digunakan.

Lebih Jauh Tentang MSG

Melansir Healthline, MSG berasal dari asam amino glutamat atau asam glutamat, yang merupakan asam amino paling melimpah di alam. Asam glutamat adalah asam amino yang tidak esensial, artinya tubuh dapat memproduksinya. Zat ini melayani berbagai fungsi dalam tubuh dan ditemukan di hampir semua makanan.

Secara kimia, MSG adalah bubuk kristal putih yang menyerupai garam meja atau gula. Ini menggabungkan natrium dan asam glutamat, yang dikenal dengan garam natrium. Asam glutamat dalam MSG dibuat dengan fermentasi pati, tetapi tidak ada perbedaan kimia antara asam glutamat dalam MSG dan dalam makanan alami.

Asam glutamat dalam MSG mungkin lebih mudah diserap karena tidak terikat di dalam molekul protein besar yang perlu diuraikan oleh tubuh. MSG meningkatkan rasa umami daging yang gurih. Umami adalah rasa dasar kelima, bersama dengan asin, asam, pahit, dan manis.

Baca Juga : Serangan Jantung Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Dunia

Efek Samping MSG

MSG telah digunakan sebagai aditif makanan selama beberapa dekade. Selama bertahun-tahun, FDA menerima banyak laporan tentang reaksi negatif terhadap makanan yang mengandung MSG. Gejala yang bisa muncul tersebut, antara lain: 

  • Sakit kepala;
  • Berkeringat;
  • Terasa ada tekanan pada wajah atau sesak;
  • Mati rasa, kesemutan atau sensasi terbakar di wajah, leher dan area lainnya;
  • Detak jantung berdebar cepat;
  • Sakit dada;
  • Mual;
  • Kelemahan.

Namun, hingga kini para peneliti belum menemukan bukti pasti tentang hubungan antara MSG dan gejala-gejala ini. Namun, para peneliti mengakui bahwa sebagian kecil orang mungkin memiliki reaksi jangka pendek terhadap MSG.

Gejala yang terjadi umumnya ringan dan tidak memerlukan perawatan. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk mencegah reaksi dengan menghindari makanan yang mengandung MSG.

Cara Mengatasi Efek Samping MSG

Pengobatan untuk gejala akibat MSG bisa bervariasi, tergantung pada gejala, dan tingkat keparahannya. Gejala ringan biasanya hilang tanpa pengobatan. Jika kamu mengalaminya, maka langkah pengobatan yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Minum air agar tetap terhidrasi;
  • Beristirahat;
  • Minum teh jahe atau peppermint untuk mengurangi mual;
  • Minum obat penghilang rasa sakit tanpa resep (OTC), jika seseorang sakit kepala.

Sementara itu jika gejala yang terjadi cukup parah, beberapa langkah pengobatan, yaitu: 

  • Pemberian obat-obatan antihistamin untuk masalah pernapasan, pembengkakan wajah, atau detak jantung yang tidak normal;
  • Memberikan injeksi epinefrin (adrenalin) untuk reaksi yang mengancam jiwa.

Catatan : “MSG atau micin memang dapat memaksimalkan cita rasa masakan. Meskipun aman dikonsumsi, penggunaan yang melebihi batas bisa menimbulkan sejumlah dampak kesehatan. Beberapa dampak kesehatan dari konsumsi MSG antara lain, sakit kepala, sakit dada, sering berkeringat, mual dan lain-lain.”

Adakah Manfaat Kesehatannya? 

Selama ini MSG sering dinilai berdampak negatif untuk kesehatan. Padahal bila digunakan dalam batas wajar, ada manfaat kesehatan yang bisa kamu dapatkan, lo. Bukan cuma meningkatkan cita rasa masakan, MSG ternyata bisa merangsang produksi air liur. Air liur sangat penting dalam proses mengunyah makanan. Ini berfungsi membasahi makanan supaya cepat melumat sehingga mudah ditelan. 

One thought on “Dampak Konsumsi MSG Secara Berlebihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.