,

Karyawan Indosat Kena PHK Rata-rata Dapat Rp 1 Miliar sebagai pesangon

oleh -3323 Dilihat
Karyawan Indosat Kena PHK Rata-rata Dapat Rp 1 Miliar sebagai pesangon

STORINEWS.COM – Karyawan Indosat Kena PHK Rata-rata Dapat Rp 1 Miliar sebagai pesangon, mengumumkan bahwa perusahaan telah menempuh langkah PHK sebagian karyawan atau yang mereka sebut sebagai rightsizing. Pihak Indosat mengklaim PHK yang berlangsung dengan lancar.

Kompensasi yang ditawarkan kepada karyawan adalah rata-rata 37 kali upah. Sementara yang tertinggi mencapai 75 kali upah, dan dikatakan secara signifikan lebih tinggi di atas persyaratan ketentuan undang-undang yang berlaku saat ini.

Karyawan Indosat Kena PHK Rata-rata Dapat Rp 1 Miliar sebagai pesangon

Baca Juga : Ini Dia HP Flagship Paling Diminati 3 Bulan Setelah Rilis

Steve Saerang selaku SPV – Head of Corporate Communication Indosat Ooredoo Hutchison, menyatakan rata-rata karyawan yang terdampak memperoleh kompensasi miliaran rupiah.

“Nilai rata-rata mencapai 1 miliar rupiah dan paling tinggi 4,3 miliar rupiah”.

Lanjutnya, ia mengungkap alasan dilakukannya PHK oleh Indosat. Keputusan itu diambil setelah adanya pembentukan organisasi baru di perusahaan.

“Keputusan ini diambil setelah pembentukan organisasi baru yang di sesuaikan dengan kebutuhan bisnis perusahaan untuk sekarang dan masa depan. Di organisasi yang baru ini ada beberapa penyesuaian fungsi sehingga ada karyawan yang terdampak dan diberikan kompensasi,” cetus Steve.

Indosat telah berkomunikasi secara langsung dan transparan dengan semua karyawan. Sebagian besar dari mereka yang terimbas menerima keputusan ini.

“Semua telah memahami perlunya meningkatkan kelincahan dan bertumbuh lebih cepat sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan pasar saat ini. Oleh karena itu, inisiatif reorganisasi sangat penting untuk keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis perusahaan ke depan,” terangnya.

Disebutkan bahwa lebih dari 95% dari karyawan Indosat yang terkena dampak telah menerima tawaran tersebut, sementara sebagian kecil sisanya masih mempertimbangkan tawaran yang diberikan.

Baca Juga : Desak Pemerintah Cari Solusi Soal BBM, BEM Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Bergerak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.