,

Partai Buruh dan organisasi serikat pekerja bakal menggelar aksi Demo 12 Oktober

oleh -2852 Dilihat
Partai Buruh dan organisasi serikat pekerja bakal menggelar aksi Demo 12 Oktober
Partai Buruh dan organisasi serikat pekerja bakal menggelar aksi Demo 12 Oktober

STORINEWS.COM – Partai Buruh dan organisasi serikat pekerja bakal menggelar aksi serempak di 34 provinsi pada 12 Oktober 2022 mendatang. Ada Beberapa tuntutan yang disampaikan dalam aksi nanti.

Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan aksi tersebut bakal melibatkan 50 ribu buruh. Untuk wilayah Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten dipusatkan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

“Sementara di 31 provinsi lainnya, aksi akan dilakukan di kantor gubernur masing-masing provinsi,” jelas Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Minggu (9/10/2022).

Partai Buruh dan organisasi serikat pekerja bakal menggelar aksi Demo 12 Oktober

Baca Juga : Kebenaran dan Alasan Rizky Billar Lempar Lesti Pakai Bola Biliar Terjawab

Said menyebutkan ada 6 tuntutan yang akan disampaikan Partai Buruh pada aksi nanti. Di antaranya tolak kenaikan BBM dan PHK.

“Dalam aksi ini, setidaknya ada 6 tuntutan yang akan diusung. Tolak kenaikan BBM, tolak omnibus law (UU Cipta Kerja), naikan UMK/UMKS tahun 2023 sebesar 13%, tolak ancaman PHK di tengah resesi global, reforma agrarian, dan sahkan RUU PRT,” kata Said Iqbal.

Menurut Said Iqbal di tengah kenaikan harga, upah kaum buruh berada di posisi yang sama. Maka dari itu itu, pihaknya meminta kenaikan upah minimum.

“Inflasi yang terasa bagi kaum buruh adalah 3 komponen. Pertama kelompok makanan, inflasinya tembus 5%. kedua, transportasi naik 20-25%. Dan kategori ketiga adalah kelompok rumah. Di mana sewa rumah naik 10-12,5%,” ungkap Said Iqbal.

Menurutnya, inflasi di 3 kelompok inilah yang memberatkan daya beli buruh dan masyarakat kecil akibat kenaikan harga BBM.

“Kita ambil angka 7% untuk inflasi dan pertumbuhan ekonomi katakanlah 4,8%. Angka itu dijumlah, totalnya 11,8%. Ini yang seharusnya menjadi dasar kenaikan upah. Pembulatan yang diminta adalah kenaikan upah 13%,” ujarnya.

“Kenaikan upah sebesar ini juga memperhitungkan untuk menutup kenaikan inflasi pada kelompok makanan, perumahan, dan transportasi yang nai tinggi,” tutupnya.

Baca Juga : Polisi Bicara Kemungkinan Rizky Billar Dijebloskan ke Penjara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.