, , ,

Tragedi Kanjuruhan Pergi Boncengan, Pulang Ngawal Ambulans

oleh -2639 Dilihat

Storinews.com – Tragedi Kanjuruhan Pergi Boncengan, Pulang Ngawal Ambulans. Kabar duka kembali menyelimuti bumi sepak bola Indonesia usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam laga ke-11 BRI Liga 1 2022-2023 yang berlokasi di Stadion Kanjuruhan Jawa Timur pada Sabtu malam (1/10/22).

Alfan Hafiz Mualizar hanya bisa tertunduk dan terus menangis di depan ruang jenazah RSUD Kanjuruan Kepanjen Malang. Di situ ia menunggu administrasi untuk pemulangan jenazah sang sahabat Ahmad Huzein Rahmadani selesai. Lalu, akan dibawa ke kediamannya di Tulungagung.

Huzein adalah salah satu korban jiwa dalam tragedi di stadion Kanjuruan Malang, malam tadi . Kostum yang Alfan gunakan itu masih sama dengan pakaian yang digunakan saat perjalanan dari Tulungagung ke Kabupaten Malang. Jaket putih dengan bawahan jeans. Serta sepatu kets.

Ia pun masih belum menerima musibah yang dialaminya. Kemarin ia berboncengan dengan Huzein menggunakan sepeda motor. Kini, ia harus mengantarkan sahabat satu kelasnya di SMK 3 Boyolangu, dalam kondisi tak bernyawa. Itu juga, dibawa menggunakan kantong jenazah berwarna orange.

Tak ada firasat apapun sepanjang perjalanan tiga jam menuju stadion Kanjuruhan Malang itu. Sepanjang perjalanan, ia hanya bercanda gurau dengan teman baiknya itu. Tanpa ia sadari, itulah kebersamaan mereka terakhir kali.

“Kemarin itu kami berangkat 12 orang. Saya goncengan dengan almarhum. Kalau saya, biasa saja. Tidak ada tanda-tanda apapun ia (Huzein) akan berpulang,” katanya saat ditemui awak media di depan ruang jenazah, Minggu 2 Oktober 2022.

Setibanya 12 remaja itu di stadion, mereka langsung masuk ke tribun 12. Posisi mereka ketika itu berada di tengah. “Awalnya pertandingan tidak terjadi apa-apa. Kejadian itu kan saat pertandingan selesai,” ucapnya.

Ketika, polisi membabi buta menembakkan gas air mata, semua penonton sangat panik. Berusaha keluar dari stadion. Hanya saja, karena sangat padat, akhirnya susah untuk keluar. Di momen itu, 12 sekawan itu berpisah. Mereka berusaha menyelamatkan diri masing-masing.

“Karena saya sudah gak kuat, saya langsung naik ke atas tribun. Saya cari Huzein tapi tidak ketemu. Saya juga sampai cari ke rumah sakit dan klinik sampai jam 04.00 Wib tetap tidak ada,” ucapnya.

Beberapa jam kemudian, ia mendapat informasi jika sahabatnya itu telah meninggal dunia. Jenazahnya berada di RSUD Kanjuruan Kepanjen. Ia dan teman-temannya pun langsung mendatangi tempat tersebut. Setibanya di sana, sudah ada ibu Huzein mengurus administrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.